Dudung Abdurachman Dilantik Sebagai KSAD, Refly Harun: Banyak Gosip Soal Pengangkatan Ini

Dudung Abdurachman Dilantik Sebagai KSAD, Refly Harun: Banyak Gosip Soal Pengangkatan Ini /Youtube Refly Harun dan Antara

ISU BOGOR - Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun, menyebut dilantiknya Letjen Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) diwarnai sejumlah gosip.

"Banyak gosip sebenarnya soal pengangkatan ini, sampai semalam saya masih dengar gosipnya, tetapi ya sudahlah, saya kira sudah dilantik, kita hanya doakan saja," ungkapnya di Channel YouTube Refly Harun, Rabu 17 November 2021.

Kendati pelantikan KSAD Letjen Dudung Abdurachman diwarnai sejumlah gosip, Refly Harun tetap berharap mantan Pangkostrad itu amanah dan betul-betul bisa menjadikan TNI sebagai tentara profesional.

"Tentara yang memang bertugas melindungi rakyat, yang melindungi masyarakat, sesuai dengan sumpah prajuritnya. Dan penting juga dicatat sebenarnya, apa fungsi KSAD, agar jangan kemudian salah kaprah dalam bertugas memasuki wilayah-wilayah yang bukan tugasnya," jelas Refly Harun.

Refly Harun mengingatkan tentang tugas TNI sesuai dengan Undang-undang yang menyebutkan bahwa Angkatan Darat (AD) bertugas: a. Melaksanakan tugas TNI matra darat di bidang pertahanan. b. Melaksankan tugas TNI dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan darat dengan negara lain.

c. melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan, dan pengembangan kekuatan matra darat serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat.

"Jadi tugasnya adalah tugas pertahanan semua, tugas untuk bagaimana menjadikan Angkatan Darat menjadi TNI yang profesional, sesuai dengan matra daratnya, jadi tidak tugas yang terkait dengan politik, harusnya begitu ya," kata Refly Harun.

Refly Harun juga berharap tidak melibatkan TNI dalam urusan-urusan politik, terutama soal 'mengawal Pemilu'.

Seperti diketahui, Letjen Dudung Abdurachman yang semula menjabat sebagai Panglima Kostrad baru saja dilantik sebagai KSAD oleh Presiden Jokowi.

Letjen Dudung dilantik menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang diangkat sebagai Panglima TNI dalam waktu bersaman di Istana Negara, Jakarta.***