Bela Palestina, Yunarto Wijaya: OON kalau Merasa Kristen Katolik Maka Harus Benarkan yang Dilakukan Israel

Direktur Eksekutif Charta Politica, Yunarto Wijaya semprot pihak yang benarkan semua tindakan Israel terhadap Palestina. /Instagram/ @yunartowijaya

BERITA DIY - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya angkat suara soal konflik antara Israel dan Palestina.

Yunarto Wijaya dengan tegas menentukan sikapnya untuk mendukung Palestina yang saat ini terasa seperti masih dijajah Israel.

Ia juga menyingung sejumlah oknum yang justru membenarkan aksi-aksi teror yang dilakukan Israel. Terlebih jika hal ini dilakukan oleh sejumlah oknum dari umat beragama.

Yunarto Wijaya merasa kesal jika ada sebagian oknum yang merasa sebagai pemeluk agama Kristen dan Katholik yang justru membela Israel.

Menurutnya, tindakan mereka adalah hal yang bodoh yang tidak bisa dibenarkan.

"OON aja KALAU ada yang merasa sebagai pemeluk kristen atau katolik maka harus membenarkan semua yang dilakukan Israel..." tulis Yunarto Wijaya di akun twitternya, @yunartowijaya 16 Mei 2021.

Ia kemudian meminta agar para oknum tersebut lebih mendalami kitab suci dan sejarah.

Halaman:

Editor: Iman Fakhrudin

Atau, Yunarto Wijaya meminta agar mereka minimal lebih mendalami hati dan rasa kemanusiaan.

"Pelajari lebih dalam kitab suci dan sejarah deh, atau minimal dalami hati dan rasa kemanusiaanmu... #SavePalestine" tambahnya.

Sebagai informasi, konflik antara dua negara bertetangga, Israel dan Palestina kembali memanas sejak 10 Mei 2021 lalu.

Israel terus melancarkan aksinya meneror warga dan menyerang Jalur Gaza melalui serang udara.

Aksi Israel juga sidah dibalas oleh Hamas. Namun korban atas aksi kekejaman Israel ini tak bisa dibantah.

Al Jazeera melaporkan, hingga 15 Mei 2021 kemarin, sebanyak 137 warga Palestina tewas, dan 36 di antaranya merupakan anak-anak.

Sementara itu jumlah korban jiwa yang dilaporkan mengalami cedera mencapai 920 orang.

Kini, dunia internasional diminta tidak tinggal diam atas aksi kejam yang dilakukan Israel.***